Rapot dan angka

December 21, 2014 § 4 Comments

Hari Sabtu, 20 Desember 2014 kemarin adalah hari pengambilan rapot 3K. Menjelang pembagian rapot ini beredar broadcast message “…jangan lihat nilaiku yang rata-rata…..aku hanyalah seorang anak yang sedang belajar.”
Bersyukur semua rapot 3K bentuknya narasi, penilaiannya pun dengan kategori mulai berkembang, berkembang sesuai harapan, dan berkembang dengan baik.

IMG_1773.JPG

Untuk sekolah TK hal ini sudah biasa, tapi untuk ukuran SD? Bagi daku yang sudah terbiasa dengan sistem yang segala sesuatunya dinilai dengan angka, awalnya terasa janggal….tapi setelah bertemu langsung dengan kakak pembimbing di sekolah, daku mengubah sudut pandang bahwa segala sesuatu ga melulu harus dinilai dengan angka🙂
Memang ga ada sekolah untuk menjadi orang tua, tapi sekolah toto chan Tetsuko Kuroyanagi merupakan “kiblat” parenting style kami dan juga sebagai acuan sekolah seperti apa yang kami cari untuk Kurcacis. Kami bersyukur menemukan 2 sekolah ini, bukan hanya sekolah….kami menganggap 2 sekolah ini yaitu TK Kelinci maupun SD Tetum Bunaya merupakan rumah kedua bagi Kurcacis. Dari kedua sekolah ini pun kami menyadari bahwa untuk perkembangan seorang anak, perlu keterlibatan orang tua dan sekolah. Kami bukan tipe orang tua yang menyerahkan segala bentuk pendidikan sepenuhnya adalah tanggungjawab sekolah……seperti kaya gini: kami bayar uang sekolah, outputnya anakku harus jadi pintar dan masuk sekolah unggulan. Sistem pendidikan seperti ini yang daku lihat berjalan di negeri ini, dan sisi kognitif anak yang paling ditonjolkan, tanpa melihat minat anak bagaimana.

Ketika masuk TK Kelinci, kami belajar tentang kecerdasan majemuk yang terdiri dari kecerdasan bahasa, musik, logika & matematika, visual/spasial, interpersonal, intrapersonal, natural/alami, spiritual, dan kinestetik/fisik. Setiap individu memiliki 9 macam kecerdasan majemuk ini dan masing-masing punya kecerdasan yang menonjol, ga bisa disamain…inilah yang menjadikan setiap individu itu unik. 3 kurcacis pun sudah menunjukkan minat yang berbeda dari sejak kecil.

Hihi ini curcol jadi panjang gini……sekalian deh digenapkan dengan “kejutan” setiap anak dari hasil perkembangan semester awal tahun ajaran 2014-2015 hehe.

Kinza
Masih punya PR untuk pengendalian emosinya…beneran moodnya harus dijaga baik-baik, tapi Kinza amat ekspresif, jadi sangat mudah “menakar” moodnya lagi bagus atau engga hihi. Kinza banyak belajar dari kedua kakaknya….kami berdua berterima kasih banyak kepada kedua kakaknya yang menjadi “guru” pertama bagi Kinza🙂 *ketjups Teteh & Mas Kei* Ga heran, di berbagai aktivitas, perkembangan Kinza dianggap baik bahkan lebih dari baik….alhamdulillah🙂. Kinza penuh percaya diri, mau berbagi, memberi motivasi kepada teman-temannya, bersikap baik kepada teman-temannya bahkan ketika ada temannya yang memukul dia ga balik memukul. Lebih takjub lagi ketika Kakak menyampaikan 2 piagam best student untuk Kinza pada 2 tema yang berbeda. Subhanallah….bagi Ambu ya Kakak Kinza, tetap menjadi anak yang selalu percaya diri & menjadi motivasi bagi orang lain ya🙂

IMG_1774.JPG

Kei
Jiwa kompetisinya kuat….ya contohnya aja liat adiknya dapet piagam dia nanyain dapet piagam atau ga hahaha.
Kami anggap dua piagam itu juga ditujukan untuk “guru” Kinza di rumah, Teteh & Mas Kei🙂 Ohiya belum lagi liat foto Kinza terpampang di papan best student, komen Kei adalah “aku belum pernah jadi best student.” Hihi tenang Mas Kei….menjadi yang terbaik itu ga harus selalu dipajang fotonya di papan best student🙂
Hal yang bikin takjub dari Kei ketika pembagian laporan perkembangan kemarin adalah Kei sudah belajar jujur, bertanggungjawab, dan memegang amanah dengan baik. Ga perlu jadi best student Mas Kei sayaaaaang, 3 hal itu menjadi bagian penting buat bekal hidupmu kelak….insyaAllah 3 hal itu menjadikanmu orang yang terbaik, aamiin🙂 semoga Allah SWT selalu menemani langkahMu ya Mas Kei sayang.

Kilaaya
Rasa percaya diri Teteh dan kemampuan untuk mengemukakan pendapat merupakan PR bagi kami. Selepas Teteh dari TK Kelinci, daku berharap setidaknya Teteh lebih percaya diri. Rada degdegan juga ketika Teteh ujian karena sistem ujiannya dengan tanya jawab, diskusi, atau membuat booklet. Untuk membuat booklet siy ga perlu khawatir ya….nah ketika berurusan dengan diskusi atau tanya jawab ini yang bikin H2C.
Kejutan lagi dari Teteh ketika dibagikan laporan perkembangan kemarin dan daku disadari akan suatu hal…dari masih bayi daku tahu Teteh itu tipe pengamat dan tipe anak yang ga mau diamati. Hingga saat ini bahkan di sekolah pun Teteh tetap jadi pengamat, menyerap segala sesuatu dengan cara mengamati. Ketika Teteh ga terlibat dalam diskusi atau tanya jawab daku anggap Teteh menarik diri atau bahkan tidak percaya diri.
Sang Kakak Pembimbing mengingatkanku bahwa gimana pun juga Teteh adalah tipe pengamat, dan ketika dia sudah merasa cukup mengamati, dia mau ikut terlibat dalam diskusi atau tanya jawab dengan penuh percaya diri.
Kakak Pembimbingnya pun memberi tahu bahwa rasa percaya diri Teteh pun dalam tahap wajar sesuai usianya. Jadi bukan berarti ketika Teteh ga aktif dalam diskusi itu Teteh menarik diri, tapi justru dia masih membutuhkan waktu untuk mengamati🙂
Setelah dipikir lagi, berarti selama ini daku menggunakan indikator yang sama untuk ketiga kurcacis. Kei & Kinza tipe orang yang sangat aktif dalam diskusi, dan selama ini daku berharap Teteh juga begitu. Terima kasih Kak sudah mengingatkanku kembali tentang hal ini🙂. Selama ini juga berarti daku terlalu mengkhawatirkan rasa percaya diri Teteh dan lupa dengan karakter Teteh bagaimana. Kei & Kinza adalah tipe anak yang selalu berkata “lihat aku!” dan perlu kita amati…sedangkan Teteh? Tipe anak yang perlu diberi kesempatan dan kepercayaan untuk melakukan sesuatu tanpa harus kita amati.
Satu hal yang paling membuat takjub adalah ketika Kakak menyampaikan tentang kemampuan sosial Teteh. Dia bisa menempatkan diri ketika bermain dengan anak laki-laki, atau dengan anak perempuan. Iya siy Teteh akhir-akhir ini selalu bercerita tentang teman-temannya di kelas bagaimana….bagaimana ia mencoba membela temannya yang dianggap diperlakukan tidak menyenangkan, tentang perkenalannya dengan kakak-kakak kelas. Oh oh…ketemu Ibu Endah pun, beliau menyampaikan pada kami bahwa Teteh tiap pagi ke lantai atas untuk bersalaman dengan Ibu Endah, walaupun ga mengucapkan sepatah kata. Bagiku….Teteh sebagai anak perfeksionis yang baru beradaptasi di lingkungan baru, ini merupakan sinyal bahwa Teteh sudah nyaman dengan lingkungan barunya….alhamdulillah.
Langsung kebayang kalau denger kalimat, “si A pinter tapi ga bisa bersosialisasi, si B pinter tapi ga bisa diajak kerjasama.”
Kemampuan bersosialisasi….ini poin penting juga buat bekal ketika anak terjun dalam kehidupan bermasyarakat bukan?

Terima kasih ya Nak yang sudah membuka pelajaran baru buat kami….memang angka bukanlah segalanya dan aspek kognitif bukanlah satu-satunya hal yang membuat kalian menjadi insan terbaik🙂 bagi Ambu, kalian semua luar biasa *ketjups kurcacis*
Terima kasih juga untuk rumah kedua kami, 2 sekolah toto chan….semoga kita bisa bekerjasama dengan baik demi perkembangan Kurcacis, aamiin.

xoxoxo

*kayanya ini curhat terpanjang :))

Tagged: , , , , , ,

§ 4 Responses to Rapot dan angka

  • herliana05 says:

    xixixi aku pembaca setia. dr minggu lalu nunggu2 cerita dr 3K. Akhirnya ada jg hehe
    Sekalian curcol deh hahaha agak lucu dgn sekolah feli yg lbh mentingin pelajaran spt matematika, sempoa, bhs.inggris, dll tp ternyata isi rapotnya soal karakter dan sikap :)) Andai ketemu ya tk spt tk.Kelinci, mgkn feli udah ku daftarin ke situ haha

    Selamat ya buat 3K. Moga makin bertumbuh dan berkembang sesuai harapan Ambu dan Abah

    • ahahahahak tersanjung ginih *ketjups Tante Her*
      Hihihi bersyulur atuh klo rapotnya macam gitu, berarti gurunya merhatiin perkembangan karakter dan sikap anak kan?

      btw kurcacis pada ke Bandung niy say….qta jadi ketemuan g?😀 kebayang ntar Feli bengong sendiri g ada temen main…..

      • herliana05 says:

        Jadiiii hahaha kyknya feli jg bakalan ke priok😛 kita jd emak2 yg free xixixi

        itu ya sekolah feli mau samain standar dgn skolah2 disekitar rumah yg kalau masuk SD mesti di test. harus bs baca dan menulis halus😦 Pingin nemu sekolah spt sekolah kurcacis deh

      • Wah wah?…walaupun bagus siy ada pelajaran menulis halus…tapi kudu kenal tulisan dulu ya sebelum menulis halus.

        Hihihi baiklaaaaah….nanti pada hari H qta WA-an yaaa :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Rapot dan angka at Napak Tilas.

meta

%d bloggers like this: