Kei

March 29, 2014 § 6 Comments

Takjub mode on ketika kemarin malam Kei telfon dengan menggunakan handphone milik Yangkung.
“Ambu dimana? Ambu kok lama? Ambu, buku yang sakit mata itu dimana?”
Yaaa terjadi percakapan antara kami, Kei memberi kabar bahwa Teteh sedang sakit telinganya dan ia ingin mencari buku panduan kesehatan anak yang suka kami gunakan jika anak-anak sakit. Akhirnya ia mendapatkan buku panduan kesehatan tersebut di lemari, walaupun sebenarnya yang ia cari dalam bahasa indonesia, dan yang dia temukan justru versi bahasa Inggris.
Begitu pulang…Yangkung pun cerita, kalau Kei menelfon ketika Yangkung sedang shalat. Dengan kata lain dia otak atik sendiri handphone untuk menelfon Abah-Ambunya. Wah? Dan yang daku pikir, Yangkung yang meminta buku panduan tersebut…eh ternyata justru itu atas inisiatif Kei seorang. Katanya lagi….Kei membuka bagian gangguan/penyakit pada bagian telinga. Disitu memang ada gambarnya, tapi dari buku setebal itu, Kei bisa aja nemu bagian khusus telinga.
Terharu, Kei sayang sama Tetehnya. Sama juga siy perilakunya kepada Cica…kalau lagi sayang, superrrr romantis…kalau lagi jail, BEUH!

Seperti doa kami pada namamu nak…Aljawad, aamiin…semoga jadi insan penyayang.

20140329-101542.jpg
Ketjups untuk Kei :*
xoxoxo

Tagged: , ,

§ 6 Responses to Kei

  • Hery Harjono says:

    Ya, Kei selalu sibuk mencari tahu. Saat Ykung sedang mencoba mengeluarkan air di telinga Teteh, kei sibuk mencari “referensi” yang tepat. “Ini Yang…?”, sambil menunjukkan gambar anatomi telinga. “Bukan…”. “Ini Yang…?!”. “Yah benar….”, Ykung lihat gambar gadis kecil yang posisinya persis seperti Teteh meletakkan kepalanya di paha Ykung agar telinga kirinya bisa Ykung bersihkan. Sebelumnya, Ykung tawarkan bagaimana kalau dimasukkan sedikit air, Teteh menolak. Setelah melihat gambar telinga gadis kecil sedang ditetesi air di telinganya,Teteh langsung setuju…..he he he. Rupanya usul Ykung dianggap coba-coba dan tidak meyakinkan ya Teh.

    Bukan Kei, kalau tidak bertanya terus. Ykung jelaskan kalau nanti masih sakit, kita bawa ke dokter seperti yang diuraikan dlam buku. Kei usul untuk menanggil ambulance…dan Teteh langsung menolak sambil merengek…. Kei mah aya-aya wae.

    Ykung

    • Hahaha…ga kebayang kalau Kei tiba-tiba telfon ambulance. Pagi ini Kei sedang merengek minta dibelikan selang kecil pada Abahnya….mau percobaan membuat kapal selam😀 Kemarin malam Kei sudah paham prinsip kerja kapal selam dan ingin membuktikannya dengan percobaan membuat kapal selam.

  • Hery Harjono says:

    Memperhatikan tingkah anak-anak lucu juga, terutama interaksi antar mereka. Dulu Eyangs tidak mengalami, karena Abah dan Oom Imot hampir 7 tahun jaraknya. Teteh taat dengan SOP he he he. Mas Kei dan Cica cenderung melabrak SOP (terutama Kei). Kei dan Cica juga tampaknya menganggap kurang seru kalau tidak ada buang “keributan”….he he. Jadi suatu malam Ykung menemani mereka nonton film Frozen. Suasana senyap, kadang diisi suara ketawa mereka dan pertanyaan Kei ke Teteh. Pertanyaan Kei cnderung minta konfirmasi Tetehnya, yang selalu diakhiri dengan “Iya kan Teh”. Teteh adalah guru yang baik. Selalu menjawab dengan mantab (takjub juga begaimana Teteh menangkap pembicaraan di film yang menggunakan bahasa Inggris. Kemampuan interpretasi gambar anak-abak ternyata mengagumkan. Imaginasi-kah? Subhanallah.

  • Hery Harjono says:

    Sambungan…
    Nah dalam keheningan, tiba-tiba Teteh bangun dari dduknya dan marah, karena dicubit Kei. He he Kei mulai jahilnya keluar. Ributlah antar mereka. Cica tetap tenang menonton. Akhirnya Ykung ingatkan Kei untuk meminta maaf (seperti biasa Kei tidak mau…mungkin pikiran Kei kan hanya bercanda ya), dan akhirnya mau dngan bibir monyong…he he. Suasana kembali rukun dngan pertanyaan Kei kembali dan dijawab oleh Teteh (he he he lucu juga….). Tak lama kemudian, ganti Cica tidak tahan berdiam diri… Ia berdiri dan memadamkan stop kontak sambungan ke laptop. “Cica, nayalakan lagi…!, teriak Kei. Cica tidak menyalakan malah duduk di pangkuan Ykung…… he he. Tiba-tiba ada suara Abah,”….anak-anak siapkan baju batik untuk besok”. Mereka bubar naik ke atas mengambil baju masing-masing. Acara nonton berakhir dan mereka siap-siap tidur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kei at Napak Tilas.

meta

%d bloggers like this: