Percobaan Menarik

March 9, 2014 § 2 Comments

Kei selalu menantangku setiap hari….ada percobaan apa lagi Ambu? Percobaan menariknya seperti apa?
Hahaha ngikik dengar kata percobaan menarik. Tantangan banget, udah ngepin beberapa ide percobaan buat Kurcacis, baru ngepin aja siy belum diliat bagaimana hahaha :p
2 hari ini ga sempat browsing untuk melihat dengan detil percobaan…tapi 2 hari ini juga Kei menagih percobaan.

1 hari kepikiran nyoba main bubbles dengan botol bekas & kaos kaki. Kaos kaki diberi warna, dan bubbles yang dihasilkan semestinya berwarna.
Nyobain niy…tapi sepertinya pewarna yang digunakan ga cocok, jadi bubblesnya tetap berwarna putih😀
Tapi bagi anak-anak…mereka tetap antusias menemukan hal yang baru. Mata berbinar-binar, tertawa lepas sambil menunjuk ke arah bubbles yang dihasilkan, dan antusias juga untuk mencoba.

20140309-091940.jpgYang lebih menarik lagi, mereka menemukan ide lain. Bubbles yang dihasilkan ditampung di atas tangan, dan mereka meniup melalui botol di atas tangan itu. Hasilnya….bubbles yang dihasilkan semakin banyak dan semakin tinggi, seperti rambut emaknya Bart Simpson hahaha. Dengan bangganya mereka mengumumkan “penemuan” mereka kepada kami😀
Bekal dari metode brain gym, hargailah setiap usaha anak, dengan begitu mereka akan merasa aman untuk mengeksplore hal-hal baru🙂
Hukum alamnya seperti itu kali ya, setiap anak akan menunjukkan hal yang baru dengan rasa bangga kepada orang tuanya. Dan tugas orang tua perlu memupuk rasa itu, walaupun bagi kita itu hal yang sudah biasa dan mungkin dalam hati kita bicara “iya udah tau”, tapi dengan menghargai anak sekecil apapun, itu menjadi cara agar anak percaya diri🙂 aamiin aamiin.

Hari selanjutnya…Jum’at kemarin, kembali Kei menantang ada percobaan menarik apalagi?
Sebetulnya malam itu daku lagi amat lelah, tapi yang namanya Kei keukeuh sumeukeuh…masih bingung juga mau percobaan apa dan akhirnya daku kemukakan syarat untuk Kei…sabar. Kenapa? Hihi supaya Kei belajar tentang perlunya bersabar dan mengikuti proses. Ketika daku ajukan syarat itu, Kei pun mengangguk tanda bersedia untuk bersabar.
Percobaan yang daku berikan adalah percobaan menanam benih kangkung dalam kondisi gelap dan terang.
Langkah pertama: menyiapkan bahan dan Kei mengajak Teteh juga Cica dengan penuh semangat menyiapkan bahan berupa kapas yang dibasahi, dan cup untuk menyimpan kapas.
Langkah kedua: imbibisi benih = merendam benih di dalam air. Waktu akan memasukkan benih ke dalam air, tampak gejala persaingan siapa yang akan memasukkan benih. Supaya semua senang tanpa pertempuran “aku aja”…..semua anak punya kesempatan memasukkan benih, dan tidak lupa masing-masing diminta untuk berhitung. Waktu perendaman yang daku berikan adalah 30 menit. Dengan berbekal jam tangan, daku tunjukkan kepada Kei waktu untuk merendam air adalah mulai dari jarum jam panjang di angka 12, bergerak hingga angka 6…sekalian mengenal angka😀 yang namanya Kei, suka ngelobby, baru 15 menit aja udah ribut…katanya “kan jarum panjangnya udah bergerak, Ambu.” Hahaha ga keliru siy Kei…tapi daku mengingatkan kembali tentang komitmen awal sabar dan mengingatkan lagi waktu yang dibutuhkan adalah ketika jarum jam panjang pindah ke angka 6.
Ketika jarum panjang sudah di angka 6, Kei dengan super antusias laporan lagi, “Ambu~~…sudah di angka 6!”
Langkah ketiga: menyimpan benih pada cup yang sudah diberi kapas basah. 1 cup dibiarkan begitu saja, cup lain daku tutup dengan cangkir kecil.

20140309-143334.jpg
Kei ngelobby lagi dong dengan penjelasan ilmiah banget….dia menolak menutup 1 cup dengan cangkir dengan alasan: “supaya tumbuh harus kena matahari, Ambu. Dia bisa mati kalo ga kena matahari.” Antara takjub dan ngikik…udah bisa mengungkapkan hipotesis ya Kei😀 daku jelaskan lagi, oke menurut pandangan Kei seperti itu, tapi mari dibuktikan dengan mencoba dan melihat perbedaannya. Dan daku kembali mengingatkan komitmen awal, sabar, kalau tak sabar daku ajukan syarat lagi…dihentikan saja percobaannya. Hahaha namanya Kei, dia tidak rela menghentikan percobaan, dia kembali mengangguk untuk bersabar.
Kesimpulan yang daku ambil dari peristiwa jumat malam kemarin adalah biarkan anak memilih dan pegang komitmennya. Hal itu membuat anak belajar tentang kontrol terhadap dirinya sendiri, dia punya pilihan untuk dirinya sendiri.

PR buat kita adalah….ada percobaan apa lagi ya? Hahahaha.

Tagged: ,

§ 2 Responses to Percobaan Menarik

  • Hery Harjono says:

    Aha si “ilmuwan” kecil selalu berpikir “out of the box”. Eyang belum sempat eksperimen dengan kurcacis nih…. Eh gimana percobaannya? Kecambahnya sudah muncul, Kei?

    • Alhamdulillah, sudah muncul Ykung, akar kecambahnya🙂
      Kei punya ide baru…ketika membuka cup yang disimpan dalam kondisi gelap…idenya adalah “sekarang tukeran Ambu, yang ini (cup yang disimpan dalam kondisi gelap) dibuka, yang itu (cup dalam kondisi terang) ditutup.” Ide bagus!! tapi sayangnya kemarin kita cuma buat 2 cup…kalau ada 3 cup, yang 1 lagi bisa dibuat dengan kondisi selang-seling😀
      Ya…kita bereskan dulu yang 1 ini dulu saja hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Percobaan Menarik at Napak Tilas.

meta

%d bloggers like this: