Cerita 22/12/2013

December 24, 2013 § 2 Comments

Pagi itu Andara gerimis. Tempat tidur kurcacis berpindah dari kamar ke mobil. Ya….kami melakukan perjalanan ke Bandung di pagi hari, untuk kurcacis-mereka masih mengenakan pakaian tidurnya. Tapi ternyata begitu di mobil, mereka terjaga. Seperti biasa, begitu berangkat kurcacis membuka jendela mobil….menikmati percikan gerimis ke arah muka *hehe bisa-bisa digetok niy ortunya gegara dianggap ga menjalankan keselamatan anak selama berkendaraan*

Sesampai jalan menuju rumah Eyangs, kami mengizinkan kurcacis membuka jendela mobil kembali lebar-lebar. Lucu melihat ekspresi mereka yang sedang menikmati hembusan angin menerpa wajah. Iseng si Ambu ikut melakukan hal yang sama dan iseng pula nanya, apa siy rasanya? Kei pun menjawab, “enak….dingin.” Ah emang, sensasinya luar biasa ya Kei🙂

20131224-081925.jpg

Sesampainya di rumah Eyangs…
* 2 gadis kecil mulai bermain peran, kaya ada tombol otomatis nyamber pernak pernik milik Yangti. Seperti biasa , Teteh jadi sutradara untuk permainan itu. Begini….begitu…..begini….begitu. Cica? Menerima intruksi dari sang sutradara :p

20131224-082053.jpg
* anak lelakiku….ketika diberitahu oleh Ykung ada tenda, dia antusias untuk segera mendirikan tenda. Dan akhirnya, Ykung bersama Kei mendirikan tenda di depan halaman rumah. Ketika Teteh dan Cica melihat tenda baru 75% berdiri, mereka berdua sibuk memindahkan boneka dll ke dalam tenda.
Ambu: “Teh, ga bantu bikin tenda.”
Teteh: “Engga.” :p
Ykung: “Kan princess ya….yang perempuan tahu beres saja.”
#jleb wkwkwkwkwk.

20131224-082019.jpg

Ohya…peta perjalanan Teteh “digambar” alias dicorat-coret oleh Cica. Sempat Teteh agak kesal, tapi Cica sudah meminta maaf kepada Teteh. Tak ada drama lanjutan setelah itu, case closed.

20131224-082121.jpg

Sesaat kami berdua akan pulang ke Andara, ketika kami berpamitan kepada kurcacis….
– 2 anak bergolongan darah AB cuma salam, teralihkan dengan kembang api. Seperti biasa Kei keukeuh ingin segera menyalakan kembang api.
– 1 anak bergolongan darah O….tiba-tiba duduk di pangkuanku dan memelukku dengan erat. Daku peluk kembali dan ketika dicoba untuk dilepas pelukannya…Teteh menangis? :O Teteh pun berkata, “nanti Abah-Ambu jemput Teteh lagi ya.”
*ini penting banget ya nyebutin gol. darah…hahaha*

Drama pun teralihkan dengan pesta kembang api, hingga lambaian tangan kami pun terabaikan dengan percikan kembang api.
Keluar dari garasi, masih kami dengar suara cemprengnya Kei…hingga melewati rumah no. 75 kami masih mendengar suara Kei.
Beberapa meter kemudian……
Dalam mobil……
Sepi……

Tagged: , ,

§ 2 Responses to Cerita 22/12/2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Cerita 22/12/2013 at Napak Tilas.

meta

%d bloggers like this: