Mari Berkebun

December 10, 2012 § 4 Comments

Rabu tgl 28 November 2012 kemarin, kebun mini dikunjungi oleh seluruh anak TB & TK Kelinci, teman sekolahnya Kurcacis🙂
Ini adalah ideku pada awal tahun ajaran baru, awalnya berniat mengajak anak-anak untuk panen bersama di kebun mini. Oleh karena itu sebulan sebelumnya kami menanam sawi & kangkung. Tapi ternyata karena pot yang digunakan adalah bekas krat buah, tanaman-tanaman yang dihasilkan mini-super junkies😀 Tak apalah…biar mereka memanen baby kangkung hahahaha.

Mulai hari senin, kami mendapat kabar bahwa anak-anak sangat antusias untuk segera berkebun…malah ada yang keukeuh kalau hari senin adalah jadwal berkebun😀 usut punya usut, yang membuat mereka sangat antusias adalah SEPATU BOOTS! hahaha anggapan mereka lebih gaya menggunakan sepatu boots dengan warna memikat hati😀

Kegiatan yang mereka laksanakan antara lain :
1. Pemanasan
Pemanasan ala TB & TK Kelinci dilakukan di depan rumah kami…waaah ternyata halaman depan cukup luas ya untuk menampung semua anak, aih senangnya🙂
2. Berkeliling kebun
Ini saatnya si Ambu beraksi. Anak-anak berkeliling kebun, memperkenalkan tanaman apa saja yang ada di kebun. Saat berinteraksi ini penuh dengan jawaban-jawaban yang bagiku penuh kejutan.
Ambu : “ini daun apa ya?” (menunjuk kangkung)
Anak : “saya, saya! singkong!”

Anak : “lihat daunnya bolong.”
Ambu : “iya, dimakan ulat. Tak apa ya kita berbagi dengan ulat, berbagi dengan alam.”
Anak : “ga boleh!”

Ambu : “ada yang kenal dengan daun ini? Suka dimakan jadi lalapan..wangi lho. Awalannya dari huruf K!”
Anak : “Singkong!”
Ambu : “Ke…”
Anak : “errrr Kekaa!”
Ambu : “Kema…”
Anak : “Kemaaaaang”

3. Menanam di botol bekas
Sebelumnya botol bekas tersebut dicat oleh anak-anak.
Si Ambu kembali memimpin kegiatan bercocok tanam. Memperkenalkan peralatan juga bahan-bahan yang akan digunakan. Saat bercocok tanam, lebih seru karena mereka bermain tanah. Malah ada yang sengaja mengambil tanah dengan tangan. Setelah menanam kangkung dan sawi, mereka pun menyiram benih dan bibit yang baru saja ditanam.

4. Waktunya menyantap bekal
Daku sebagai tuan rumah sejujurnya tidak ingin anak-anak makan di luar rumah, oleh karena itu daku sengaja mengosongkan bagian dalam rumah. Ternyata anak-anak makan di bawah pohon kersen. Tapi ya namanya anak-anak…makan di bawah pohon juga tidak masalah😀
Setelah anak-anak menghabiskan makanannya, daku membagikan jelly. Lucu mendengar komen anak-anak ketika dibagikan jelly, dan yang paling daku ingat selalu adalah komen ini :
Ambu, aku boleh ga minta jelly lagi? Jelly-nya Ambu enak. Ini jelly apa siy?
Hahahaha itu entahlah ngerayu demi mendapatkan jelly lagi atau memang serius jellynya enak y?😀
Setelah daku katakan jelly rasa delima, dia bingung…sepertinya belum tau bagaimana buah delima itu.

Yang lebih menyenangkan adalah mendengar kabar sehari setelahnya, ternyata anak-anak terkesan dengan acara berkebun dan mereka mau bermain kembali ke rumah Kilaaya🙂

Aaaah anak-anak itu begitu mengejutkan, daku senang mendengar kabar itu. Semoga bukan hanya kenangan yang tersimpan bagi mereka, yang daku harapkan semangat mereka untuk berkebun akan selalu ada🙂

Ketjups untuk anak KB & TK Kelinci :*
-Ambu-

ps. Terima kasih untuk teman-teman dari Indonesia Berkebun yang telah meminjamkan sekop dalam kegiatan berkebun ini😉

20121210-082702.jpg

20121210-082722.jpg

20121210-082805.jpg

20121210-082820.jpg

20121210-082851.jpg

20121210-082923.jpg

20121210-082745.jpg

20121210-082934.jpg

20121210-082909.jpg

Tagged: ,

§ 4 Responses to Mari Berkebun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mari Berkebun at Napak Tilas.

meta

%d bloggers like this: