#Cerita-Eyang

July 10, 2012 § Leave a comment

Kurcacis sudah berangkat tidurkah?
Foto burung Tikukur sudah sampai? Ini Eyang kirim anak burung “seriti”…di Andara juga banyak. Kei pernah Eyang tunjukin burung seriti. Itu tuh yang warnanya hitam, dan terbang kesan-kemari sambil menangkap titik-titik hujan…. Biasa yang memotret ya profesor dari India itu. Tenya bukan hanya pinte buat martabak, tapi juga motret.

Nah cerita burung Tikukur ya. Kemarin ada 3 burung “gagak, menyerang sarang burung tikukur. Wah eyang langsung usir itu 3 burung gagak. Gagak-gagak itu akan memakan anak-anak Tikukur yang masih kecil Wah jafinya eyan kerja sambil jagain burung tikukur ya. Eh tidak lama kemudian datang lagi, tapi yang bandel satu. Sudah disuruh pergi balik lagi. Sontoloyo betul itu burung gagak. Eyang kasihan melihat dua bayi burung tikukur yang ngumpet di bawah badan ambunya. Sekali-kali kepala-kepal kecil itu nongol. Tapi kalau dengar suara burung gagak, mereka mulai ngumpet lagi dan dijaga betul oleh ambunya. Ambunya sayang banget. Ambunya selalu melihat kanan, kiri, ke belakang, takut-takut kalau kawanan burung gagak menyerang lagi. Eyang berpikir kemana abahnya kok nggak membantu menjaga ya…..? Eh nggak lama kemudia abahna datang…tapi hanya ngangguk-ngangguk aja kepalanya. Habis itu terbang… Kalau kalian selalu dijaga oleh Abah dan Ambu ya….

Nah, lama-lama bersama profesor dari india itu, mikir bagaimana ya supaya burung gagak itu pergi? Nah kalau di India mereka bikin panah-panahan dan burung-burungan supaya kawanan gagak itu takut. Nah, di kamar kerja Yangkung, mulai dibuat 2 panah-panah: satu ditaruk di dahan yang menjutai ke kamar Yangkung dan satu lagi ditaruh di jendela. Burung-burunga yang besar di taruh di ruang profesor India yang ada di lantai 4 (rumah kalian berapa lantai hayooo). Eh ada satu gagak yang datang juga. Dasr gagak bandel. Rupanya dia tidak takut. Gagak sempat berkelahi dengan ambunya…wah Eyang membantu burung Tikukur sambil mengusir burung gagak itu. Kasihan ambunya yang bertahan habis-habisan ya…

Ketika pulang kantor Eyang memikirkan terus burung Tikukur dan bayi-bayinya itu. Eyan berdioa byai-bayi itu selamat tidak dimakan kawanan gagak. Bagamana kalau diserang lagi ya. Ah mudah-mudah tidak. Tadi, Yankung datang siang kaena harus ke bagian utara kota Kyoto, dekat gunung-gunung, seperti rumah Eyan di Bandung. Hati yang kung sudah deg-degan, bagaimana bayi-bayi burung itu ya. Ketika masuk ruangan, Yangkung langsung buka jendela……Oooooh alhamdulillah bayi-bayi masih ada, dan mereka berebut makan dari ambunya…….

Nanti dikirim lagi fotonya ya…
Assalamualaikum ww…Selamat tidur….
Yangkung kangen

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #Cerita-Eyang at Napak Tilas.

meta

%d bloggers like this: