3 kurcacis, malam itu…

March 14, 2012 § 6 Comments

Daku tak akan melupakan kejadian malam itu dan biarlah daku guratkan kejadian malam itu disini *uhuk berasa baca buku sastra *

Malam itu, 2 hari yang lalu…selepas pulang kantor, tubuhku panas dingin, dugaanku mungkin karena mastitis dan saat itu keinginanku hanya satu, TIDUR!!
Biasanya sepulang kantor adalah waktu kebersamaan dengan kurcacis, tapi apadaya malam itu daku hanya ingin tidur…maafkan ya ‘Nak
Ketika kurcacis tahu Ambunya meringkuk-berselimut di kamar….kesibukan 3 kurcacis pun berlangsung…

#Kilaaya
“Ambu sakit?….mau dikompres?”
– Engga Teh, terima kasih.
Kemudian dia merapikan selimut…memastikan seluruh tubuhku tertutup selimut.
“Ambu…harus banyak makan sayur, buah, banyak minum air putih.” (loh? itu kan kata-kataku kalau kurcacis lagi demam hahahaha)
– Iya Teh *sambil menahan tawa*
“Ambu mau dipeluk? Teteh peluk ya.” Teteh masuk ke dalam selimut dan memelukku dari belakang daku terharu
Setelah itu…dia duduk di sampingku dan membaca Al-Fatihah.
“Teteh sudah berdoa untuk Ambu.” sambil tersenyum
– Terima kasih anak sholehah
“Sekarang apalagi ya? mmm Teteh baca cerita ya? Cerita apa ya? mmm Cerita Teteh di sekolah aja.”
– Daku dengarkan…..bagus dia sudah mau bercerita dan sesuai urutan waktu, Teteh pisan

#Kei
“Ambu sakit? Mau dikompres?”
– Tidak, terima kasih
“Ambu mau dipijat? Pakai minyak telon?”
– Boleh
Langsung berlari ke kamar dan kemudian dia berteriak, “Teteh, tolong nyalakan lampu. Kamarnya gelap.” dan Teteh pun membantu Kei menyalakan lampu kamar…setelah itu datang lagi ke kamar dan memijatku.
– Terima kasih ya Mas Kei
“Ambu mau makan? Ambu makan tempe ya?”
Langsung berlari ke dapur mengambil sepotong tempe yang kemudian diberikannya padaku, walaupun sebetulnya daku sedang tidak ingin makan, ya daku gigit tempe itu.
“Eh nanti jatuh ke kasur.” Sekonyong-konyong dia ambil tempe dari tanganku, keluar dari kamar dan masuk kembali ke kamar membawa tempe yang sudah dibaluti tissue
“Ambu mau minum?” dia berikan tumbler minuman padaku
– Terima kasih
Lari lagi Kei keluar kamar…membawa sisir!! Heh? apalagi yang akan dilakukannya?
“Disisir ya, biar rambutnya cantik.” lagi daku ucapkan “Terima kasih Mas Kei.”…terharu.
Seperti apa yang dia lakukan dulu....dia membelai rambutku kemudian berkata “Good nite, sleep tite.” daaaaaan menciumku berkali-kali…di kening-pipi-rambut daku terharu
“Mas Kei kangen sama Ambu.”
*gleg gleg gleg* daku peluk Kei…terharu amat sangat…
Setelah itu dia melakukan apa yang Teteh lakukan….bercerita

#Kinza
bahkan bayiku ini melakukan hal yang sangaaaaaat manis…
menepuk-nepuk tissue ke pipiku, seakan-akan mengompresku dan dia cium pipiku

Tak kuasa daku menahan haru malam itu walaupun badan meriang tapi hatiku hangat dengan apa yang dilakukan 3 kurcacis, obat yang paling ampuh bukan?
Terngiang-ngiang ucapan temanku yang penuh pengharapan menunggu kedatangan seorang anak dalam kehidupannya, “kalau daku meninggal, siapa yang akan mendoakanku?”

Lucky me…hatur nuhun Gusti Allah, Engkau Yang Maha Penyayang…
Daku hantarkan do’a semoga kebaikan dan kasih sayangNya menghampiri 3 kurcacis…Amiin

xoxoxo
Ambu yang sangat speechless

Tagged: , ,

§ 6 Responses to 3 kurcacis, malam itu…

  • herliana05 says:

    *terharu hikhikhik :(( God bless you dearknp aku malah jd merasa “ibu yg bnyk kekurangan’ ya?

  • kilaaya says:

    herliana05 said: *terharu hikhikhik :(( God bless you dear

    huhuhu daku terharu dengan ucapanmu…GBU jg y Her :*eheu…manusia akan selalu merasa kekuranganšŸ˜€ dirimu tak sendiri kok Her hehehe

  • huaaa…sukses membuatku berkaca-kaca gin.subhanallah meuni bageur-bageur, jeng soleh-solehah kurcacis teh. hik hiks…ngerti deh bahagia, hangat dan terharunya dirimu saat itu.

  • sunsetgazer says:

    tiga kurcacis juga doain tante dita ya… hkihkhikihk, abis belum punya kurcaci sendirišŸ˜¦

  • kilaaya says:

    @aseaniariesta iya masih speechless sampe saat ini…klo anak-anak lagi “berulah’ akan selalu diingatkan dengan kejadian malam itušŸ˜€ eh..hatur nuhun atas doanya ya Tanteu…..semoga krucilsmu pun menjadi anak-anak yang sholeh, AmiinšŸ™‚

  • kilaaya says:

    sunsetgazer said: hkihkhikihk, abis belum punya kurcaci sendirišŸ˜¦

    Pasti Kei sebagai sesama penggemar warna biru akan mendoakan Tanteu Dita (ada korelasinya ya? :D)Iya Tanteu didoakan…semoga datang pasangan jiwa yang sholeh, pada waktu dan cara yang indah *jd kasuat2 lagu Oppie ya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 3 kurcacis, malam itu… at Napak Tilas.

meta

%d bloggers like this: